![]() |
| Ilustrasi - OpenAI terbitkan GPT-5. (ANTARA) |
Tajukkalimantan.com – OpenAI membuka lowongan jabatan eksekutif baru untuk mengkaji serta mengantisipasi berbagai risiko penggunaan kecerdasan buatan, mulai dari keamanan siber hingga dampaknya terhadap kesehatan mental pengguna.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut perkembangan model AI saat ini telah menghadirkan tantangan nyata, termasuk potensi pengaruh psikologis terhadap manusia dan kemampuan sistem AI dalam menemukan celah keamanan kritis.
Jabatan yang diberi nama Head of Preparedness itu bertugas menjalankan kerangka kesiapsiagaan guna melacak serta mempersiapkan mitigasi terhadap kemampuan AI yang berpotensi menimbulkan risiko besar.
OpenAI menilai peran tersebut krusial untuk memastikan pengembangan teknologi AI tetap berada dalam batas aman bagi pengguna sekaligus menjaga stabilitas sistem global.
Seiring meningkatnya pengawasan terhadap chatbot AI generatif, OpenAI juga terus memperbarui standar keselamatan dan meningkatkan kemampuan ChatGPT dalam mengenali tekanan emosional pengguna serta menghubungkannya dengan dukungan di dunia nyata.
Sumber: Antaranews
.jpg)