![]() |
| Pengunjung melihat mobil listrik yang dipajang dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang di Muladi Dome UNDIP, Semarang. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa tekanan mekanis internal akibat reaksi elektrokimia yang tidak merata menjadi penyebab utama penuaan cepat pada baterai kendaraan listrik berbasis katoda nikel tinggi kristal tunggal.
Temuan riset Argonne National Laboratory dan University of Chicago ini menepis anggapan bahwa desain kristal tunggal secara otomatis memiliki umur pakai lebih panjang dibandingkan material polikristalin.
Sementara itu, peneliti China mengembangkan metode regenerasi skala laboratorium menggunakan teknik garam cair yang mampu memulihkan hingga 76 persen kapasitas awal baterai EV yang telah menurun.
Studi tersebut menunjukkan banyak katoda baterai nikel tinggi dan lithium iron phosphate bekas masih memiliki integritas struktur yang cukup untuk dipulihkan melalui proses kimia terkontrol.
Riset di AS dan China ini menegaskan pentingnya pemahaman mekanisme material serta peluang besar regenerasi dan daur ulang baterai EV seiring meningkatnya jumlah baterai yang memasuki masa pensiun.
Sumber: Antaranews
%20Semarang%20di%20Muladi%20Dome%20UNDIP,%20Semarang.%20(ANTARA).jpg)