Gugatan AI Menguat, Saat Manusia Melimpahkan Tanggung Jawab ke Mesin

 

Rekayasa gambar buatan AI. (ANTARA)

  JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Gelombang gugatan terhadap kecerdasan buatan di berbagai negara menunjukkan kecenderungan menjadikan AI sebagai pihak yang disalahkan ketika ruang digital menimbulkan luka sosial.

Berbagai kasus, mulai dari tudingan panduan bunuh diri hingga maraknya konten pornografi berbasis AI, memperlihatkan bagaimana mesin diposisikan seolah-olah memiliki niat dan kehendak sendiri.

Padahal, setiap keluaran AI selalu berangkat dari permintaan manusia, sehingga persoalan utamanya terletak pada niat pengguna, desain sistem, serta konteks sosial yang melingkupinya.

Sejumlah pemikir teknologi menegaskan bahwa AI hanyalah alat yang netral secara moral, sementara tanggung jawab etis tetap berada sepenuhnya pada manusia sebagai pemilik akal dan kehendak.

Di tengah risiko nyata, negara memilih membangun pagar kebijakan untuk membatasi dampak berbahaya AI, tanpa mengalihkan tanggung jawab moral manusia sebagai pengguna utama teknologi.

Sumber: Antaranews

Lebih baru Lebih lama