![]() |
| Arsip foto - Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA) |
Tajukkalimantan.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Uni Eropa menggunakan instrumen perdagangan terkuatnya, termasuk mekanisme anti-koersi atau “bazoka perdagangan”, untuk merespons ancaman tarif baru dari Amerika Serikat.
Macron menilai kebijakan perdagangan AS merugikan kepentingan ekspor Eropa dan secara terbuka bertujuan melemahkan posisi Uni Eropa di tengah akumulasi tarif yang dinilainya tidak dapat diterima.
Ia menegaskan Uni Eropa kini memiliki instrumen yang kuat dan harus berani menggunakannya ketika aturan main perdagangan internasional tidak dihormati.
Desakan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif tambahan terhadap sejumlah negara Eropa mulai Februari, yang berpotensi meningkat menjadi 25 persen pada pertengahan tahun.
Trump juga mengancam tarif tinggi terhadap produk Prancis, termasuk anggur dan sampanye, jika Paris menolak bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin AS.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
.jpg)