Masa Transisi Pemulihan Banjir Tebing Tinggi Berjalan, BPBD Balangan Fokus Perbaikan Rumah dan Pemulihan Warga

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi. (Tajukkalimantan.com/Fendy)

 PARINGIN, Tajukkalimantan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menyampaikan perkembangan masa transisi pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi yang hingga kini telah memasuki pekan pertama pelaksanaannya.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, menjelaskan bahwa status masa transisi pemulihan telah ditetapkan sejak berakhirnya masa tanggap darurat pada 3 Januari 2026, kemudian dilanjutkan mulai 5 Januari hingga 4 Februari 2026 sebagai tahap awal pemulihan selama kurang lebih satu bulan.

Ia menyampaikan, sejumlah agenda utama telah disiapkan dalam masa transisi tersebut, di antaranya perbaikan rumah warga terdampak banjir, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan.

Selain itu, BPBD Balangan juga memprioritaskan pemulihan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik dengan menyiapkan bantuan peralatan sekolah dan seragam.

“Agenda lainnya adalah penyediaan peralatan masak dan peralatan makan bagi warga terdampak, serta pelaksanaan kegiatan trauma healing,” ujar H. Rahmi, Senin (12/1/2026).

Untuk kegiatan trauma healing, BPBD Balangan menargetkan pelaksanaan di 10 titik wilayah terdampak, yakni satu titik di Kecamatan Halong dan sembilan titik di Kecamatan Tebing Tinggi, dengan sasaran utama anak-anak.

Terkait progres pelaksanaan, H. Rahmi menyebutkan bahwa hingga satu minggu masa transisi berjalan, instansi terkait, seperti Dinas PUPR dan Perkim, telah menyelesaikan penilaian serta perhitungan kerusakan rumah warga, bahkan telah memulai proses perbaikan.

“Beberapa rumah sudah mulai diperbaiki dengan mendatangkan material dan tenaga tukang. Saat ini sudah ada sekitar tiga hingga empat rumah yang progres perbaikannya mencapai 30 hingga 70 persen,” jelasnya.

BPBD Balangan menargetkan sebanyak 48 rumah kategori rusak berat dapat tertangani dalam waktu satu bulan ke depan.

Sementara itu, untuk pemulihan sektor pendidikan, H. Rahmi menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan meskipun masih dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Bantuan seragam dan perlengkapan sekolah direncanakan mulai disalurkan oleh Dinas Pendidikan pada awal pekan ini.

Selain itu, penyediaan peralatan makan dan memasak bagi warga terdampak juga diharapkan dapat mulai direalisasikan oleh Dinas Sosial dalam waktu dekat.

“Untuk kegiatan trauma healing, insya Allah mulai dilaksanakan minggu ini di seluruh titik yang telah ditetapkan, dengan fokus utama pemulihan psikologis anak-anak,” tambahnya.

H. Rahmi menegaskan bahwa BPBD Balangan akan terus melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan penanganan masa transisi pemulihan secara berkala setiap minggu selama satu bulan ke depan, hingga kondisi masyarakat kembali pulih dan dapat beraktivitas secara normal.

Sumber: Kalimantanlive.com/Fendy

Lebih baru Lebih lama