Pemkab Balangan Resmi Lepas Mahasiswa KKN UMB Banjarmasin, Diterjunkan ke 17 Desa Lima Kecamatan

   

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Rudiansyah Sofyan saat melepas rombongan mahasiswa KKN UNB di Kabupaten Balangan. (Tajukkalimantan.com Fendy Surya).

PARINGIN, Tajukkalimantan.com – Pemerintah Kabupaten Balangan secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) yang akan melaksanakan pengabdian di wilayah Kabupaten Balangan, Selasa (20/1/2026).

Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dilakukan Bupati Balangan yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Balangan, Rudiansyah Sofyan.

Sebanyak ratusan mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 17 desa yang tersebar di lima kecamatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan dengan fokus pada program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan desa.

BACA JUGA: Wabup Balangan Akhmad Fauzi Ajak Terapkan Nilai-nilai Isra Miraj dalam Kehidupan Bermasyarakat

Ketua Pelaksana KKN, Muhammad Anshari, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN terbagi menjadi dua jenis program, yakni program individu dan program kelompok. Program individu disesuaikan dengan latar belakang fakultas dan keahlian masing-masing mahasiswa.

Sementara itu, program kelompok diarahkan pada penguatan digitalisasi desa, meliputi pengembangan layanan publik berbasis digital, pembuatan marketplace untuk pelaku usaha kecil, serta promosi potensi wisata desa melalui pemanfaatan teknologi.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, membuka akses yang sebelumnya terbatas, serta mendorong percepatan pembangunan desa melalui digitalisasi.

{nextPage}

KKN UMB tahun 2026 ini mengangkat tema Digitalisasi Layanan Publik, Promosi Wisata, dan Marketplace Pemasaran Produk Desa sebagai upaya mendorong desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di kesempatan yang sama, Rudiansyah Sofyan menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung promosi produk UMKM, sektor pariwisata, dan potensi unggulan desa lainnya.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi desa untuk terus berkembang.

“Kalau tidak bisa mengikuti teknologi, kita akan tertinggal. Digitalisasi menjadi peluang besar bagi masyarakat desa untuk mengembangkan produk lokal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kampus yang berkomitmen membekali masyarakat desa dengan keterampilan digital, sehingga desa-desa di Kabupaten Balangan mampu bersaing dengan daerah lain.

“Terima kasih dan selamat bertugas kepada seluruh mahasiswa KKN. Semoga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tajukkalimantan.com/Fendy Surya


Lebih baru Lebih lama