Pengunduran Diri Dirut BEI Dinilai Tepat di Tengah Tekanan IHSG dan Agenda Demutualisasi

 

Pekerja mengangkut kursi di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA)

    JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dinilai sebagai langkah tepat di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pembahasan rencana demutualisasi bursa.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai mundurnya pimpinan BEI menjadi bentuk tanggung jawab moral sekaligus sinyal psikologis penting untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Ia menyebut respons positif pasar terlihat dari penguatan IHSG sesaat setelah pengumuman pengunduran diri tersebut, di tengah sentimen negatif terkait transparansi free float yang disorot MSCI.

Menurut Yusuf, pergantian kepemimpinan juga memberi pesan komitmen perbaikan tata kelola, sehingga dapat menekan risiko capital outflow akibat menurunnya kepercayaan investor asing.

Di sisi lain, langkah tersebut dinilai sejalan dengan agenda demutualisasi BEI yang menuntut standar tata kelola lebih tinggi dan diharapkan memperkuat kredibilitas bursa menjelang implementasi aturan pada semester I-2026.

Sumber: Antaranews

Lebih baru Lebih lama