![]() |
| Ilustrasi - Mata uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA) |
Tajukkalimantan.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu pagi tercatat menguat tipis menjadi Rp16.870 per dolar AS, meski masih berpotensi melemah akibat sentimen global.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai tekanan datang dari ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan tarif 25 persen terhadap negara-negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Kebijakan tersebut dinilai meningkatkan ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, mengingat China merupakan salah satu importir utama minyak dari Iran.
Josua memperkirakan rupiah hari ini bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan global.
Sentimen lain berasal dari data ekonomi AS yang relatif stabil, termasuk inflasi dan penjualan rumah baru yang menunjukkan ketahanan permintaan konsumen.
Sumber: Antaranews
.jpg)