![]() |
| Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.865 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp16.877 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyebut penguatan rupiah didorong sentimen domestik, terutama tren kenaikan indeks saham serta tingginya permintaan terhadap obligasi pemerintah tenor pendek.
Indeks saham tercatat menembus rekor baru di atas level 9.000, sementara obligasi pemerintah mengalami kelebihan permintaan hingga 308 persen yang mayoritas berasal dari instrumen tenor pendek.
Namun demikian, Rully mengingatkan kondisi tersebut berpotensi memicu spekulasi jangka pendek yang dapat berujung pada pelemahan rupiah jika pelaku pasar hanya mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan fundamental.
Di sisi lain, sentimen global masih menekan rupiah akibat risiko geopolitik, sikap kebijakan suku bunga The Fed, serta ancaman tarif Amerika Serikat, meski JISDOR Bank Indonesia juga tercatat menguat ke level Rp16.871 per dolar AS.
Sumber: Antaranews
.jpg)