![]() |
| Logo Bank Indonesia. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai Deputi Gubernur BI terpilih Thomas Djiwandono menghadapi tantangan besar dalam menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperkuat koordinasi kebijakan moneter-fiskal.
Ia menjelaskan pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global seperti meningkatnya tensi geopolitik serta persoalan struktural domestik yang mendorong arus keluar modal.
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah menjaga keseimbangan kolaborasi kebijakan moneter dan fiskal agar saling mendukung tanpa menimbulkan dominasi maupun distorsi kebijakan.
Menurut Yusuf, Deputi Gubernur BI perlu memastikan koordinasi yang solid di internal Dewan Gubernur untuk menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.
Di tengah tantangan tersebut, DPR RI telah menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung, sementara rupiah tercatat bergerak menguat tipis pada perdagangan terbaru.
Sumber: Antaranews
.jpg)