![]() |
| Arsip foto - Wakil Presiden AS JD Vance. (ANTARA) |
Tajukkalimantan.com – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membela kebijakan Washington terhadap Venezuela di tengah kritik dengan menegaskan peran negara itu dalam perdagangan narkoba global serta sengketa aset minyak milik perusahaan AS.
Vance menyatakan anggapan bahwa Venezuela tidak terkait narkoba karena isu fentanil adalah keliru, seraya menekankan bahwa kokain masih menjadi komoditas utama yang diperdagangkan keluar dari negara tersebut.
Menurutnya, memutus aliran dana dari perdagangan kokain akan melemahkan kartel narkoba secara signifikan, meski Meksiko tetap menjadi fokus utama AS dalam pemberantasan fentanil.
Dalam isu energi, Vance menyoroti pengambilalihan aset minyak perusahaan AS oleh pemerintah Venezuela sekitar dua dekade lalu yang dinilainya digunakan untuk memperkaya negara dan mendanai aktivitas ilegal.
Pernyataan itu disampaikan menyusul klaim Presiden Donald Trump terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, tuduhan pengiriman narkoba ke AS, serta rencana pengambilalihan sementara kendali atas Venezuela.
Sumber: Anadolu
.jpg)