![]() |
| Arsip foto - Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair yang digelar di Auditorium Universitas Tadulako di Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Ekonom NEXT Indonesia Center Sandy Pramuji menilai pemerintah perlu memastikan pemerataan pendapatan riil dan penciptaan lapangan kerja berkualitas guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyebut tantangan utama daya beli saat ini bukan pada konsumsi, melainkan ketimpangan pendapatan, tekanan biaya hidup, serta keterbatasan lapangan kerja yang membuat masyarakat lebih berhati-hati membelanjakan uang.
Meski konsumsi rumah tangga masih stabil di kisaran 4,53–5,22 persen secara tahunan dan bertahan di level 4,98 persen pada 2025, tekanan mulai terasa karena kenaikan upah tidak mampu mengimbangi laju inflasi.
Kondisi tersebut tercermin dari kontraksi upah riil sekitar 0,37 persen, penurunan Indeks Penghasilan Saat Ini, serta perlambatan serapan tenaga kerja yang pada Agustus 2025 hanya bertambah 1,89 juta orang.
Sandy menambahkan, pertumbuhan tabungan nasional yang didominasi kelompok berpendapatan tinggi menunjukkan ketimpangan finansial rumah tangga, sehingga penguatan kualitas pekerjaan menjadi kunci menjaga daya beli dan ekonomi berkelanjutan.
Sumber: Antaranews
.jpg)