![]() |
| Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat mengunjungi PT Bukit Asam di Muara Enim, Sumatera Selatan. (HO-Kemnaker RI) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong penerapan lima strategi utama guna memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan usaha dan industri nasional.
Kelima strategi tersebut meliputi edukasi, keterlibatan pekerja, perbaikan sistem dan teknologi keselamatan, penegakan aturan, serta evaluasi berkelanjutan agar keselamatan menjadi hasil dari sistem yang dirancang dan dijalankan secara konsisten.
Ia menegaskan kecelakaan kerja bukan semata-mata akibat kesalahan individu, melainkan cerminan dari lemahnya sistem, sehingga perbaikan harus dilakukan terus-menerus dengan membangun budaya pelaporan dan pembelajaran yang terbuka tanpa saling menyalahkan.
Menurutnya, masih terjadinya kecelakaan menunjukkan K3 belum sepenuhnya menjadi budaya kerja karena selama ini keselamatan sering dipahami sebatas kepatuhan aturan, bukan sebagai pola pikir dan tindakan sehari-hari.
Menaker menekankan penguatan budaya K3 harus menempatkan manusia sebagai pusat perhatian, dengan sistem keselamatan yang dirancang untuk melindungi pekerja dan menjadikan mereka bagian dari solusi dalam menciptakan tempat kerja yang aman dan tangguh.
Sumber: Antaranews
%20Yassierli%20saat%20mengunjungi%20PT%20Bukit%20Asam%20di%20Muara%20Enim,%20Sumatera%20Selatan.%20(HO-Kemnaker%20RI).jpg)