![]() |
| Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko. (Balanganews.com) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti lonjakan harga LPG subsidi 3 kilogram yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman, saat pemantauan harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).
Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyebut harga LPG 3 kilogram di Kota Palangka Raya telah mencapai Rp35.000 hingga Rp38.000, sementara di daerah pedalaman dilaporkan menembus Rp50.000 sampai Rp60.000 per tabung.
Menurut Yuas, kesenjangan harga tersebut perlu disikapi dengan inovasi regulasi di tingkat kabupaten dan kota agar margin harga di tingkat pengecer dapat diatur secara adil dan transparan.
Ia mengusulkan penetapan harga eceran LPG subsidi berbasis zonasi dan jarak angkut distribusi, sehingga masyarakat di desa terpencil tetap memperoleh harga yang rasional dan terjangkau.
Selain itu, Pemprov Kalteng memastikan ketersediaan kebutuhan pokok lainnya dalam kondisi aman serta akan melakukan intervensi pasar melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan menggelar pasar murah untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadan.
Sumber: Balanganews.com
.jpg)