![]() |
| Jamaah Haul ke-6 K.H. Ahmad Zuhdiannor tiba menggunakan kelotok dan perahu bermesin di Dermaga Surgi Mufti, Banjarmasin, melalui jalur Sungai Martapura. |
BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Jamaah Haul ke-6 K.H. Ahmad Zuhdiannor atau Guru Zuhdi lewat jalur sungai tampak terus berdatangan.
Pantauan di Dermaga Surgi Mufti, puluhan kelotok (perahu bermesin) telah bersandar, membawa jamaah dari berbagai daerah.
Beberapa kelotok lainnya bahkan masih terus berdatangan, mengangkut rombongan dari luar Kota Banjarmasin.
Salah satu jamaah asal Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Usup, mengaku berangkat bersama rombongan sejak sehari sebelumnya.
“Ada dua kelotok yang berangkat dari Amuntai, kami sama-sama berangkat kemarin sore,” ujarnya.
Ia menyebut ini merupakan kali ketiganya menghadiri haul melalui jalur sungai. Menurutnya, menggunakan kelotok dinilai lebih praktis sekaligus menghindari kemacetan di jalur darat.
“Kami memang biasa menggunakan kelotok saja, karena lebih mudah dan juga menghindari macet di jalan,” ucapnya.
Usup berharap, ke depan fasilitas dermaga dapat diperluas agar jamaah tidak berdesakan saat tiba.
“Semoga ke depannya dermaga di sini bisa lebih besar lagi, sehingga tidak berdesak-desakan saat jamaah datang. Karena setiap tahunnya jamaah yang hadir terus bertambah,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Zona Air, Akhdiat Yoshida mengungkapkan pihaknya telah bersiaga sejak pukul 11.00 Wita untuk mengatur kedatangan jamaah di jalur sungai.
“Sejak pagi tadi para jamaah sudah mulai berdatangan,” ungkapnya.
Ia memperkirakan jumlah jamaah yang datang melalui jalur air pada haul kali ini akan mengalami peningkatan. Untuk mendukung kelancaran arus sungai, panitia telah menyiapkan lima titik dermaga sebagai lokasi sandar kelotok sekaligus titik evakuasi.
“Di sekitar sini menjadi titik tumpu kedatangan jamaah dari luar Kota Banjarmasin, seperti Kabupaten Batola, Kabupaten Banjar, Kapuas, dan daerah lainnya,” pungkasnya.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
