JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Viral di Media sosial (Medsos) aksi seorang perempuan yang diketahui salah satu istri anggota Polri, untuk lolos dari Razia dengan memamerkan “Kartu Sakti” atau identitas Bhayangkari miliknya.
Yang mana, video itu pun viral di berbagai platform Medsos dan menuai gelombang kritik dari warganet di seluruh Indonesia. Salah satunya videonya itu viral di akun Instagram @voktis.id.
Dalam video tersebut, seorang perempuan merekam dirinya sambil mengemudikan kendaraan ketika diberhentikan petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) di kawasan Bundaran Tugu Juang 2.
“Ada Razia guys, di Tugu Juang 2 dan aku diberhentiin, dan aku keluarin ini, (Kartu Bhayangkari) ya kan tu. Polantasnya senyum-senyum aja,” ucapnya sambil menunjukkan kartu Bhayangkari ke kamera, dikutip dari akun @voktis.id, Senin (9/2/26).
“Owh Bhayangkari, Istinya Rahmat. Surat Izin Mengemudi (SIM)-nya ada, ku keluari dompet ku lengkap, sampai fotonya pun ada. Dan SIM-nya masih hidup dan Panjang, jadi aman,” tambahnya.
“Wihh biar di katain kereeennn kaliii,” tulis akun savar_hendrawan.
“MEMALUKAN..!!!,” kata akun mgl_ptr
“Dengan banggaa nya di posting pula. Malu oi,” tambah akun add_niar
Belakangan diketahui, perempuan dalam video tersebut bernama Riavera Andriani, istri dari Bripka Rahmat Walliansen. Identitas tersebut terungkap usai meluasnya penyebaran video di media sosial seperti TikTok, Instagram, X, dan Facebook.
Video itu memicu kritik keras dari warganet yang menilai tindakan pamer identitas Bhayangkari berpotensi mencederai prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
Selain itu, aksi membuat konten sambil mengemudi dinilai berbahaya dan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
Usai videonya viral, Riavera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video terpisah yang didampingi oleh suaminya. Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesali perbuatannya dan menyadari dampak yang ditimbulkan.
“Saya Riavera, istri dari Bripka Rahmat, secara sadar memohon maaf kepada semua pihak atas postingan video saya di media sosial yang viral dan membuat gaduh,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari maupun institusi Polri.
“Saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi,” pungkasnya.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
