Pengamat Siber Minta Siswa Bijak Bagikan Data Pribadi saat Unggah Twibbon MPLS

Ilustrasi - Data pribadi. (shutterstock)


    JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Pengamat keamanan siber Pratama Persadha mengingatkan siswa dan orang tua agar lebih berhati-hati saat mengunggah twibbon Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di media sosial karena berpotensi membuka celah penyalahgunaan data pribadi.

Menurutnya, tren membagikan twibbon MPLS memang memiliki nilai positif sebagai bentuk kebanggaan menjadi bagian dari sekolah baru.

Namun, ia menilai kebiasaan tersebut juga perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan risiko terhadap keamanan data pribadi peserta didik.


Pratama menjelaskan informasi seperti foto wajah, nama lengkap, domisili, asal sekolah, hingga identitas lainnya dapat diakses dan disimpan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia mengatakan risiko akan semakin besar apabila seluruh informasi tersebut dipublikasikan secara terbuka di media sosial.

Pelaku kejahatan siber, lanjutnya, dapat memanfaatkan teknik Open Source Intelligence (OSINT) untuk mengumpulkan berbagai data yang tersebar di internet tanpa perlu meretas akun korban.

Informasi yang berhasil dikumpulkan kemudian dapat disusun menjadi profil digital yang memudahkan pelaku mengenali identitas seseorang.

Pratama menuturkan data tersebut berpotensi digunakan untuk melakukan social engineering, seperti menyamar sebagai guru, teman sekolah, panitia, maupun orang tua guna melancarkan aksi penipuan.

Selain itu, foto wajah yang diunggah juga berisiko disalahgunakan untuk membuat identitas palsu maupun dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan artifisial.

{nextPage}

Ia menambahkan penyebaran informasi pribadi secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko perundungan digital, pelecehan daring, hingga penguntitan terhadap anak.

Karena itu, sekolah dan orang tua didorong memperkuat literasi digital sejak dini serta membatasi informasi yang dicantumkan dalam twibbon, misalnya hanya menggunakan nama depan atau nama panggilan.

Pratama menegaskan twibbon MPLS tetap dapat digunakan sebagai sarana memperkenalkan diri, namun harus disertai kesadaran untuk menjaga keamanan data pribadi dan jejak digital.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama