JAKARTA, Tajukkalimantan.com – Samsung dikabarkan tengah mempertimbangkan penggunaan baterai silikon-karbon (Si-C) pada jajaran ponsel flagship Galaxy S setelah lebih dulu menghadirkannya pada lini ponsel lipat Galaxy Z terbaru.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Presiden Hardware Mobile Experience Samsung, Moon Sung-hoon, yang menyebut penerapan teknologi baru itu akan bergantung pada manfaat nyata yang dirasakan pengguna.
Menurutnya, Samsung hanya akan mengadopsi baterai silikon-karbon apabila mampu memberikan peningkatan pengalaman penggunaan pada setiap perangkat yang dikembangkan.
Samsung sendiri telah memperkenalkan teknologi tersebut melalui Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Fold 8 Ultra, dan Galaxy Z Flip 8 sebagai perangkat pertama perusahaan yang menggunakan baterai silikon-karbon.
Dibandingkan baterai lithium-ion konvensional, baterai silikon-karbon memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi sehingga mampu menghadirkan kapasitas lebih besar tanpa menambah ukuran fisik baterai.
Penerapan teknologi tersebut memungkinkan produsen menghadirkan daya tahan baterai lebih lama sekaligus mempertahankan desain perangkat yang tetap tipis.
Pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung berhasil meningkatkan kapasitas baterai dibandingkan generasi sebelumnya melalui penggunaan teknologi baru tersebut.
Sementara itu, Galaxy Z Flip 8 tetap mempertahankan kapasitas baterai seperti pendahulunya, namun hadir dengan bodi yang lebih ramping berkat efisiensi ruang yang ditawarkan baterai silikon-karbon.
Meski demikian, Samsung belum mengungkapkan jadwal pasti kapan teknologi baterai tersebut akan mulai diterapkan pada lini Galaxy S.
{nextPage}
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Samsung sedang mengembangkan peningkatan kapasitas baterai untuk Galaxy S27 Ultra yang diperkirakan mencapai sekitar 5.500 mAh, lebih besar dibandingkan kapasitas 5.000 mAh pada seri Galaxy S Ultra saat ini.
Dalam pengembangannya, Samsung juga mempertimbangkan regulasi di Eropa dan Amerika Serikat yang mengatur persyaratan sertifikasi serta distribusi baterai lithium-ion berkapasitas energi tinggi.
Apabila teknologi silikon-karbon berhasil diterapkan pada seri Galaxy S, Samsung berpeluang menghadirkan smartphone dengan daya tahan baterai lebih baik tanpa mengorbankan desain tipis maupun standar keselamatan yang berlaku di berbagai negara.
Sumber: Antaranews
.jpg)