![]() |
| Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama jajaran TNI meninjau kondisi Jembatan Saka Harang di Kelurahan Mantuil yang ambruk dan menyiapkan jembatan Bailey sebagai akses sementara bagi masyarakat. |
BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat menangani ambruknya Jembatan Saka Harang di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang membuat akses masyarakat di kawasan tersebut terganggu.
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR turun langsung meninjau kondisi jembatan, sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi dan Komandan Denzipur 8/Gawi Manuntung Kapten Czi Try Aviyananto Wirawan.
Sebagai langkah cepat, Pemko Banjarmasin menyiapkan jembatan Bailey sebagai akses sementara bagi masyarakat.
Yamin mengatakan, jembatan sementara tersebut akan segera dimobilisasi menuju lokasi untuk kemudian dirakit dan dipasang. Jembatan Bailey nantinya dapat digunakan sepeda motor dan mobil kecil, namun tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat.
“Sore ini atau malam ini akan dimobilisasi jembatan Bailey yang sementara untuk bisa akses naik motor sama mobil kecil. Truk tidak bisa,” ujar Yamin saat meninjau lokasi, Minggu (30/8/2026).
Ia berharap proses mobilisasi hingga pemasangan dapat dilakukan dengan cepat sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
“Mudah-mudahan malam ini sudah sampai barang-barangnya, nanti dirakit. Mudah-mudahan besok sudah bisa aktivitas kembali,” katanya.
Yamin menyebut ambruknya Jembatan Mantuil berdampak cukup luas terhadap mobilitas warga. Setidaknya terdapat sekitar 12 RT yang sementara waktu mengalami kendala akses akibat jembatan tidak dapat dilalui.
“Ada sekitar dua belas RT yang sementara tidak bisa mengakses daerah ini. Kami akan berusaha mencari solusi. Dengan jembatan ini setidaknya masyarakat bisa kembali beraktivitas,” ujar Yamin.
Menurutnya, keberadaan jembatan sementara menjadi solusi penting untuk membuka kembali akses masyarakat sembari pemerintah menyiapkan penanganan terhadap jembatan secara permanen.
Penyiapan jembatan Bailey tersebut dilakukan melalui koordinasi Pemko Banjarmasin dengan jajaran TNI. Yamin pun menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI yang meminjamkan jembatan Bailey untuk digunakan sementara oleh masyarakat.
“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih atas peminjaman jembatan Bailey ini sehingga masyarakat sekitar bisa lebih cepat mendapatkan akses kembali,” ucapnya.
Yamin menegaskan penggunaan jembatan Bailey hanya menjadi solusi sementara. Untuk penanganan permanen Jembatan Mantuil, Pemko Banjarmasin akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan kajian teknis.
Ia juga meminta kondisi seluruh jembatan di Kota Banjarmasin mendapat perhatian, terutama jembatan yang telah lama digunakan masyarakat dan memiliki fungsi vital sebagai akses sehari-hari.
“Ini menjadi salah satu pelajaran bagi kita. Pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan yang ada di Kota Banjarmasin. Harus benar-benar dicek dan diperhatikan, apalagi jembatan ini sudah digunakan masyarakat cukup lama,” katanya.
Menurut Yamin, pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Ini tentunya akan ada perhitungan-perhitungan teknisnya lagi,” tambahnya.
{nextPage}
Terkait penyebab ambruknya Jembatan Mantuil, Yamin mengatakan pemerintah belum ingin mengambil kesimpulan sebelum dilakukan pemeriksaan dan kajian teknis lebih lanjut.
Untuk saat ini, Pemko Banjarmasin memprioritaskan pemulihan akses masyarakat melalui pemasangan jembatan Bailey.
Yamin juga mengimbau masyarakat agar bersabar dan mengikuti pengaturan selama proses mobilisasi serta pemasangan jembatan sementara berlangsung.
“Kita sekali lagi turut prihatin dan berharap masyarakat bersabar. Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi sementara berupa peminjaman jembatan Bailey,” pungkas Yamin.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
