![]() |
| Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. (Dok. Pemprov Kalteng) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggandeng Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah puncak musim kemarau.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemprov Kalteng dan kedua organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan ancaman Karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena dampaknya menyentuh kesehatan masyarakat, lingkungan, perekonomian hingga masa depan generasi mendatang.
Ia menyebut kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan api, tetapi juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Sebelumnya, Pemprov Kalteng menggelar Apel Siaga Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Kamis (6/8/2026), yang dirangkai dengan penandatanganan kerja sama penanganan Karhutla.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Sekda Kalteng Linae Victoria Aden, serta Ketua PWNU Kalteng Wahyudie F Dirun bersama jajaran GP Ansor.
Agustiar mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, Kalteng akan menghadapi puncak musim kemarau sekaligus risiko tinggi Karhutla pada pertengahan Agustus hingga akhir September 2026.
Ia meminta seluruh kader GP Ansor dan Banser menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah Karhutla dengan melaporkan titik api sedini mungkin dan mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, keberadaan GP Ansor dan Banser hingga tingkat desa menjadi kekuatan strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD dan relawan dalam mengendalikan Karhutla.
{nextPage}
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin turut mendorong penguatan satuan Banser Pengendalian Pemadam Kebakaran (Balakar) melalui pelatihan intensif dan pendidikan khusus agar mampu bergerak cepat menghadapi kebakaran.
Ketua PW GP Ansor Kalteng Arjoni mengatakan organisasinya siap mendukung program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, termasuk penanganan Karhutla dengan melibatkan sekitar 6.000 kader yang tersebar hingga desa-desa.
Arjoni menegaskan GP Ansor Kalteng berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keamanan dan lingkungan serta akan meningkatkan kemampuan kader dalam membantu penanganan Karhutla di seluruh wilayah Kalteng.
Sumber: RM.id
.jpg)