![]() |
| Ilustrasi - logo Chat GPT ditampilkan di layar ponsel di depan layar komputer yang menampilkan logo OpenAI di Ankara, Turkiye. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Apple kembali mengajukan bukti dalam gugatan rahasia dagang terhadap OpenAI yang melibatkan dugaan penggunaan informasi internal perusahaan.
Apple menuding informasi rahasia tersebut dibawa oleh mantan karyawannya yang kemudian bergabung dengan OpenAI.
Dalam dokumen pendukung yang diajukan untuk mempercepat pemeriksaan perkara, Apple mengungkap temuan dari sebuah MacBook yang digunakan mantan karyawannya, Chang Liu.
Liu diketahui merupakan mantan insinyur sistem elektrik senior di Apple sebelum bergabung dengan OpenAI.
Berdasarkan pemeriksaan forensik awal, Apple mengklaim Liu masih mengetahui adanya akses ke penyimpanan cloud pihak ketiga milik perusahaan.
Apple menuduh Liu memanfaatkan akses tersebut untuk mengunduh puluhan berkas internal yang bersifat rahasia.
Salah satu informasi yang disebut diambil berupa skema rangkaian elektronik milik Apple.
Perusahaan kemudian mengklaim skema tersebut digunakan Liu untuk menjalankan simulasi dalam pekerjaannya di OpenAI.
Apple juga menemukan indikasi lain yang disebut berkaitan dengan dugaan pengambilan informasi internal perusahaan.
Menurut Apple, laptop Liu menunjukkan penggunaan perangkat dan paket perangkat lunak yang memiliki nama identik dengan alat rekayasa internal Apple.
{nextPage}
Apple turut menuduh Liu meminta seorang rekan kerja di OpenAI memusnahkan seluruh bukti setelah mengetahui dirinya menjadi bagian dari penyelidikan internal.
Kasus tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam gugatan rahasia dagang Apple terhadap OpenAI yang diajukan pada awal tahun ini.
Pada awal Agustus, Apple meminta pemeriksaan bukti dipercepat sekaligus memperluas tuduhan terhadap 11 mantan karyawan yang disebut membagikan rahasia dagang kepada OpenAI, sementara OpenAI membantah melakukan kesalahan dan menilai tuduhan tersebut ceroboh serta agresif.
Sumber: Antaranews
.jpg)