Terkendala Cuaca, Hilal di Langit Kalsel Tak Terlihat, Penetapan 1 Syawal 1447 H Tunggu Pengumuman Resmi Pemerintah Pusat

Pemantauan hilal oleh Kemenag Kalsel di Banjarmasin terhalang cuaca hujan, sehingga hilal tidak terlihat dan belum memenuhi kriteria penentuan 1 Syawal 1447 H.

BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan hisab rukyat untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (19/3/26) petang.

Dari hasil pemantauan, posisi hilal di wilayah Kalsel tercatat masih berada di bawah kriteria visibilitas yang ditetapkan. Tinggi bulan hakiki hanya mencapai 2°25′34″ dengan elongasi 5°25′44″, belum memenuhi standar MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4°.

Kondisi tersebut juga terkendala dengan cuaca yang kurang mendukung. Kondisi hujan yang turun di wilayah Banjarmasin membuat hilal tidak dapat terlihat saat proses rukyat berlangsung.

Kepala Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin menyampaikan bahwa hasil pemantauan di provinisi Kalsel saat ini memang belum memungkinkan untuk melihat hilal.

“Pemantauan kita di Banjarmasin belum bisa dilihat, apalagi kondisi cuaca hujan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di sejumlah titik pemantauan di Indonesia, di mana hilal juga belum terlihat.

Meski demikian, penetapan resmi 1 Syawal 1447 H tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diputuskan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.

Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian

Lebih baru Lebih lama