![]() |
| Jika mobil BYD yang dilengkapi NOA bagian dari God's Eye versi 5.0 kecelakan, maka perusahaan bakal mengganti semua kerugiannya. (BYD Indonesia) |
SHENZHEN, Tajukkalimantan.com - BYD mengumumkan program ganti rugi penuh jika terjadi kecelakaan saat fitur mengemudi otomatis perkotaan digunakan sesuai aturan.
Kebijakan tersebut berlaku untuk fitur Urban Navigate on Autopilot (NOA) yang merupakan bagian dari sistem bantuan mengemudi God's Eye.
Melalui program Full Damage Coverage, BYD menyatakan siap menanggung seluruh kerugian ekonomi yang timbul akibat insiden yang menjadi tanggung jawab pengguna.
Jaminan itu diberikan selama satu tahun bagi pembeli baru maupun pemilik kendaraan yang memperbarui sistem God's Eye ke versi 5.0.
Saat ini program tersebut hanya berlaku di pasar China dan belum diumumkan untuk negara lain.
BYD sebelumnya juga telah memberikan perlindungan serupa pada fitur parkir otomatis yang dimiliki perusahaan.
Pabrikan asal China itu mengaku percaya diri karena telah memiliki lebih dari 3,15 juta kendaraan yang menggunakan teknologi ADAS di jalan raya.
Selain itu, sistem God's Eye disebut mengumpulkan lebih dari 200 juta kilometer data perjalanan setiap hari untuk meningkatkan kemampuan perangkat lunak.
{nextPage}
BYD juga mengandalkan sekitar 5.000 insinyur yang terlibat dalam pengembangan teknologi mengemudi otonom.
Dalam acara yang sama, perusahaan memperkenalkan cip XUANJI A3 yang diklaim sebagai cip otomotif 4 nanometer pertama buatan China.
Cip tersebut disebut mampu mendukung teknologi mengemudi otonom level L3 hingga L4 dengan kemampuan pemrosesan data yang lebih efisien.
Sumber: CNN Indonesia
.jpg)