![]() |
| Bupati Balangan, H Abdul Hadi. (Tajukkalimantan.com/Fendy) |
PARINGIN, Tajukkalimantan.com – Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan sektor keagamaan tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran di berbagai sektor.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Balangan, H Abdul Hadi, saat membuka Balangan Islamic Festival 2026 di RTH Tugu Maritam, Kecamatan Paringin Selatan, Jumat (5/6/2026) malam.
Menurut Abdul Hadi, kebijakan efisiensi yang diterapkan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak berdampak pada program-program keagamaan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, di mana setiap SKPD melakukan penghematan, untuk sektor keagamaan tetap menjadi prioritas dan tidak ada pengurangan,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Balangan mengalokasikan anggaran sekitar Rp219 miliar untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta berbagai program keagamaan, termasuk bantuan hibah.
Menurutnya, alokasi anggaran tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat di Bumi Sanggam.
“Anggaran ini kami siapkan untuk mendukung peningkatan kualitas SDM dan memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat Balangan,” ujarnya.
Selain itu, Abdul Hadi juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program yang telah disediakan pemerintah daerah, salah satunya program beasiswa santri ke Timur Tengah.
{nextPage}
Ia menyebutkan, pada tahun ini pemerintah daerah menyiapkan kuota sebanyak 100 orang untuk program tersebut. Dalam waktu dekat, sebanyak 21 santri dijadwalkan berangkat menempuh pendidikan ke Tarim, Yaman.
“Masih banyak kuota yang tersedia. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program pemerintah daerah ini sebaik-baiknya,” jelasnya.
Tak hanya beasiswa ke Timur Tengah, Pemerintah Kabupaten Balangan juga menyediakan program beasiswa bagi santri yang menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren di luar daerah.
“Jadi santri yang belajar di pondok pesantren luar daerah juga bisa mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Balangan,” pungkasnya.
(Tajukkalimantan.com/Fendy)
.jpg)