Penolakan Kongres Menguat, Langkah Trump Terkait Iran Hadapi Tekanan Politik

Presiden AS Donald Trump berjalan menuju halaman selatan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat. (ANTARA)


   WASHINGTON, TajukKalimantan.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadapi tekanan politik baru setelah DPR AS meloloskan resolusi yang membatasi kewenangannya untuk melanjutkan aksi militer terhadap Iran tanpa persetujuan legislatif.

Resolusi tersebut disetujui oleh 215 anggota DPR dan ditolak oleh 208 legislator dalam pemungutan suara yang berlangsung ketat.

Empat anggota Partai Republik turut mendukung resolusi yang diajukan kubu Demokrat meskipun partai mereka menguasai mayoritas di DPR.

Dukungan lintas partai itu dinilai mencerminkan meningkatnya keraguan terhadap kebijakan pemerintahan Trump terkait konflik dengan Iran.


Resolusi tersebut selanjutnya akan dibahas di Senat yang juga memiliki sejumlah anggota Partai Republik yang kerap berbeda pandangan dengan Trump.

Meski tidak mengikat secara hukum dan tidak memerlukan tanda tangan presiden, resolusi itu menjadi sinyal kuat adanya penolakan politik terhadap kelanjutan perang.

Sejumlah survei di Amerika Serikat juga menunjukkan mayoritas masyarakat menilai konflik dengan Iran lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaat.

Jajak pendapat yang dilakukan University of Maryland pada Mei 2026 mencatat lebih dari separuh responden menilai perang tersebut merugikan kepentingan Amerika Serikat.

Sebagian besar responden juga tidak menganggap Amerika Serikat berhasil mencapai kemenangan dalam konflik tersebut.

{nextPage}

Berbagai analis dan lembaga pemikir di AS menilai sejumlah tujuan utama yang pernah disampaikan pemerintahan Trump belum tercapai.

Iran dinilai masih mempertahankan struktur pemerintahannya serta tetap memiliki pengaruh strategis di kawasan Timur Tengah.


Selain itu, kemampuan Iran dalam mempertahankan program strategis dan posisi tawarnya dalam diplomasi internasional masih menjadi perhatian para pengamat.

Sejumlah pakar menilai konflik tersebut turut memperlihatkan tantangan yang dihadapi Amerika Serikat dalam mempertahankan pengaruhnya di kawasan.

Perdebatan mengenai efektivitas kebijakan luar negeri Trump terhadap Iran pun terus berkembang di kalangan politikus, akademisi, dan pengamat internasional.

{nextPage}

Situasi tersebut membuat isu Iran diperkirakan akan tetap menjadi salah satu topik penting dalam dinamika politik Amerika Serikat menjelang pemilu berikutnya.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama