![]() |
| Mobil sport listrik Yangwang U9 dipamerkan di sirkuit segala medan BYD di Zhengzhou, China. (ANTARA) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Peluang produsen kendaraan energi baru asal China, BYD, untuk masuk ke ajang Formula 1 kembali menjadi perhatian setelah berlangsungnya Grand Prix Monako.
Sorotan muncul setelah Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi dunia balap internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Stella Li bertemu CEO F1 Group, Stefano Domenicali, serta Presiden FIA, Mohamed Ben-Sulayem.
Pertemuan itu semakin memperkuat spekulasi mengenai ketertarikan BYD untuk terlibat dalam kompetisi balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut.
Laporan media otomotif menyebutkan bahwa ini bukan kali pertama Stella Li berdiskusi dengan jajaran pimpinan Formula 1 dan FIA.
Sebelumnya, pertemuan serupa juga pernah berlangsung pada akhir 2025 dalam rangkaian Grand Prix Abu Dhabi.
BYD sendiri telah beberapa kali menyatakan tengah mempelajari berbagai peluang pengembangan teknologi dan masa depan industri otomotif global.
Pada awal 2026, muncul laporan bahwa perusahaan sedang mengevaluasi kemungkinan bergabung ke Formula 1 maupun ajang World Endurance Championship (WEC).
Spekulasi semakin berkembang setelah BYD mengonfirmasi sedang mempertimbangkan berbagai bentuk keterlibatan dalam Formula 1.
{nextPage}
Sejumlah rumor juga mengaitkan perusahaan tersebut dengan kemungkinan investasi pada tim Alpine Formula 1.
Selain itu, nama Christian Horner turut disebut dalam berbagai spekulasi mengenai potensi kerja sama dengan BYD di masa depan.
Meski pembicaraan terus berkembang sepanjang tahun ini, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai bentuk keterlibatan BYD di Formula 1.
Tantangan lain muncul karena arah pengembangan Formula 1 ke depan dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan fokus BYD yang mengedepankan kendaraan listrik dan teknologi energi baru.
Sumber: Antara Otomotif
.jpg)