Belajar dari Yogyakarta, DPRD Kalsel Dorong Penguatan Pelestarian Budaya Banua

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel dengan dipimipin Wakil Ketuanya H Gt Iskandar Sukma Alamsyah saat kunjungan ke Dinas Kebudayaan DIY di Yogya. (Humas Setwan Kalsel)


    BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui studi komparasi ke Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (28/9/2026).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan Yogyakarta menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil menjaga tradisi dan cagar budaya melalui dukungan regulasi.

Menurutnya, pengalaman DIY dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Kalsel dalam menyusun kebijakan serta tata kelola pelestarian budaya yang lebih terintegrasi.


Komisi IV DPRD Kalsel juga menggali strategi pemerintah daerah Yogyakarta dalam mengelola kawasan cagar budaya sekaligus mengembangkan potensi alam dan geologi.

Gusti Iskandar menilai Kalsel memiliki kekayaan budaya dan alam yang tidak kalah potensial untuk terus dikembangkan dan diperkenalkan secara lebih luas.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah Geopark Meratus yang dinilai memiliki nilai penting dari sisi alam, budaya, dan sejarah.

Di Yogyakarta, pemerintah daerah telah membentuk Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya (BPKCB) yang berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan.

Lembaga tersebut berperan dalam perencanaan, konservasi, pemanfaatan, serta pengawasan kawasan cagar budaya seperti Kotagede, Imogiri, dan Malioboro.

Selain cagar budaya, Yogyakarta juga mengembangkan Geopark Jogja yang memiliki sejumlah situs geologi, kawasan konservasi hayati, serta situs budaya.

{nextPage}

Potensi tersebut mencakup berbagai geosite seperti Puncak Kaldera Purba Kendil-Suroloyo, Formasi Nanggulan, Goa Kiskendo, Tebing Breksi, hingga kawasan Lava Bantal Berbah.

Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY Nur Ikhwan Rahmanto mengatakan penguatan pengelolaan cagar alam dan budaya dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong potensi daerah ke tingkat internasional.

Saat ini, Pemda DIY tengah menyusun dossier sebagai dokumen pendaftaran Geopark Jogja menuju UNESCO Global Geopark sekaligus memperkuat pengembangan konservasi dan geowisata berkelanjutan.

Sumber: Antara Kalsel
Lebih baru Lebih lama