![]() |
| BPBD Balangan resmi memperkuat kerja sama dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Paringin. (Tajukkalimantan.com/Fendy) |
PARINGIN, TajukKalimantan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan resmi memperkuat kerja sama dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Paringin dalam penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan listrik pada masa darurat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BPBD Balangan dan PLN ULP Paringin yang berlangsung di Kantor PLN ULP Paringin, Selasa (15/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi, mengatakan kerja sama tersebut merupakan formalisasi dari kolaborasi yang selama ini telah berjalan antara kedua pihak dalam penanganan kondisi darurat di lapangan.
BACA JUGA: APBD Balangan 2027 Diproyeksi Rp2,26 Triliun, Defisit Rp606 Miliar Ditutup SiLPA dan Pinjaman
“Selama lebih dari satu tahun ini kerjasama kita sudah sangat erat dan saling mendukung, baik informasi layanan kedaruratan, informasi jaringan PLN yang terdampak bencana, maupun penanganan di lapangan saat banjir, longsor, hingga karhutla yang berdampak pada instalasi listrik masyarakat,” ujar Rahmi.
Menurutnya, kolaborasi yang telah berjalan tersebut kini diperkuat melalui MoU agar koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih mudah dan cepat.
Rahmi menambahkan, kerja sama ini juga diharapkan mempercepat koordinasi terkait pemadaman dan pengamanan jaringan listrik ketika terjadi bencana. Langkah tersebut penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang dapat ditimbulkan oleh jaringan listrik.
Ia menyebut kerja sama antara BPBD dan PLN ULP Paringin ini menjadi yang pertama di wilayah Banua Anam. Rahmi berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“PLN ULP Paringin juga tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di bawah binaan BPBD. Harapannya kerjasama ini bisa memperkuat kesiapsiagaan kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala PLN ULP Paringin, Muhammad Nofarin, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan keselamatan kelistrikan menjadi perhatian utama PLN ketika terjadi bencana.
{nextPage}
“Harapan kami dengan adanya kerjasama ini komunikasi dan koordinasi semakin lancar. Fokus kami ketika terjadi bencana seperti kebakaran, banjir, atau tanah longsor adalah mengantisipasi potensi bahaya kelistrikan,” kata Nofarin.
Ia menjelaskan, percepatan pengamanan jaringan diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh listrik. Meski bencana tidak diharapkan terjadi, kesiapan dan sinergi sejak dini dinilai penting agar penanganan di lapangan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Melalui MoU tersebut, BPBD Balangan dan PLN ULP Paringin sepakat saling mendukung dalam upaya pencegahan, penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana, khususnya dalam memastikan aspek keselamatan dan layanan kelistrikan bagi masyarakat.
(Tajukkalimantan.com/Fendy)
%20Paringin.%20(Tajukkalimantan.com%20Fendy).jpg)