BYD Perluas Teknologi Blade Battery ke Lokomotif Industri dan Pertambangan

Ilustrasi - Logo BYD. (ANTARA)


   JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Anak usaha BYD, FinDreams Battery, menjalin kerja sama dengan Changsha Fusheng Technology untuk mengembangkan sistem Blade Battery bagi lokomotif kereta industri dan pertambangan di China.

Kerja sama tersebut menyasar lokomotif yang digunakan di kawasan industri, pertambangan, depo, serta emplasemen untuk kebutuhan langsir dan transportasi internal.

Dalam proyek tersebut, baterai Blade Battery yang digunakan diwajibkan memenuhi standar kelas otomotif atau automotive-grade.


FinDreams Battery akan berperan dalam penelitian, pengembangan, dan produksi baterai untuk kebutuhan lokomotif tersebut.

Sementara Changsha Fusheng Technology menangani integrasi sistem serta pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan teknologi manajemen baterai dan kendali elektronik.

Perusahaan tersebut nantinya mengintegrasikan Blade Battery dengan sistem kendali yang diperlukan agar dapat mendukung operasional kereta di lingkungan industri.

Namun, kedua perusahaan belum mengungkap nilai kerja sama, jumlah baterai yang akan dipasok, spesifikasi lokomotif, maupun jadwal dimulainya operasi komersial.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari perluasan kemitraan FinDreams Battery ke sektor pertambangan dan transportasi industri.

Sebelumnya, pada 5 September, FinDreams juga menjalin kerja sama dengan Zero Carbon Engine Technology Group untuk menjajaki sejumlah proyek di Mongolia, termasuk pengembangan truk tambang listrik.

BYD sendiri telah memiliki pengalaman di kendaraan berat, salah satunya melalui pengiriman 100 unit truk tambang listrik T31 pada Juni 2026.

{nextPage}

Truk tambang tersebut masing-masing menggunakan Blade Battery berkapasitas 424 kWh, sementara truk traktor listrik Q3 BYD juga mengandalkan teknologi baterai yang sama.

Di pasar baterai China, BYD menjadi pemasok terbesar kedua dengan kapasitas pemasangan baterai kendaraan listrik mencapai 72 GWh sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Capaian tersebut memberikan BYD pangsa pasar sekitar 18 persen, sedangkan CATL masih memimpin dengan kapasitas 186 GWh dan pangsa pasar 46 persen.

Sumber: Antara Otomotif
Lebih baru Lebih lama