DPRD Kalsel Kawal Penanganan Kecelakaan KM Virgo Transportasi 8

Rakor gabungan terkait penanganan kecelakaan KM Virgo Transportasi 8 di perairan Laut Jawa di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (RRI)


    BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Mushafa Zakir dan Ardiansyah menghadiri rapat koordinasi gabungan penanganan kecelakaan KM Virgo Transportasi 8 di perairan Laut Jawa.

Rakor tersebut berlangsung di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin yang juga menjadi posko evakuasi korban, Senin (14/9/2026).

Pertemuan dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Basarnas, Dinas Perhubungan, KNKT, Pelindo, Sekretaris Daerah Kalsel, TNI AU, TNI AL dan tim SAR.


Seluruh unsur terkait melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan pada hari pertama setelah kecelakaan terjadi.

Mushafa Zakir mengatakan hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan yang perlu dilakukan oleh seluruh unsur di lapangan.

Ia menegaskan penanganan korban yang selamat serta pencarian dan pertolongan terhadap korban lainnya harus menjadi prioritas seluruh pihak.

Sementara itu, Ardiansyah menyampaikan perhatian terhadap kondisi para korban yang berhasil dievakuasi dan mengapresiasi sinergi berbagai unsur dalam penanganan musibah tersebut.

Ia berharap korban yang telah dievakuasi dapat segera memperoleh penanganan medis dan diberikan perawatan terbaik hingga kondisi mereka membaik.

Kedua anggota DPRD Kalsel juga berharap rumah sakit umum daerah tetap siaga untuk menerima serta menangani korban yang membutuhkan perawatan lanjutan.

{nextPage}

Usai rakor, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers untuk menyampaikan perkembangan terbaru operasi pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada korban selamat yang menjalani perawatan di Rumah Sakit TPT Banjarmasin dan RSUD Ulin Banjarmasin.

Kunjungan dipimpin Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama jajaran terkait sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi dan penanganan medis para korban setelah musibah tersebut.

Sumber: RRI
Lebih baru Lebih lama