Hotspot Menurun, Pemprov Kalteng Tetap Perketat Pengawasan Karhutla

Petugas berkostum spiderman berupaya memadamkan kebakaran lahan di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (ANTARA)


    PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap memperketat pemantauan titik panas atau hotspot meski jumlahnya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining menegaskan, penurunan hotspot tidak boleh membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berkurang.

Menurutnya, kondisi titik panas masih sangat dinamis sehingga jumlahnya dapat kembali meningkat sewaktu-waktu.


Agustan menyebut penurunan hotspot menjadi salah satu indikator bahwa upaya pengendalian karhutla terus berjalan.

Namun, seluruh jajaran tetap diminta melakukan pemantauan terhadap setiap titik yang terdeteksi di wilayah Kalteng.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Kalteng yang bersumber dari laman Sipongi, jumlah hotspot mengalami penurunan cukup signifikan.

Pada 6 September 2026 tercatat sebanyak 5.746 titik hotspot, kemudian turun menjadi 1.824 titik pada 7 September.

Sehari berikutnya, 8 September, jumlah hotspot kembali menurun menjadi 950 titik dengan tingkat kepercayaan Medium-High.

Meski menurun secara keseluruhan, sejumlah daerah masih menjadi perhatian karena mencatat konsentrasi hotspot cukup tinggi.

{nextPage}

Per 8 September, Pulang Pisau mencatat 341 titik, disusul Kotawaringin Timur sebanyak 125 titik dan Sukamara sebanyak 123 titik.

Pemantauan tersebut dilakukan di tengah Status Tanggap Darurat Karhutla Kalteng yang berlaku sejak 31 Agustus hingga 29 September 2026.

Pemprov Kalteng juga terus memperkuat koordinasi lintas pihak sesuai arahan Gubernur Agustiar Sabran agar penanganan karhutla dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Sumber: Mediaindonesia
Lebih baru Lebih lama