![]() |
| Suasana Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). (MMC Kalteng) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin rapat evaluasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Jumat (11/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Agustiar menyoroti masih tingginya aktivitas karhutla di Kalteng yang menyebabkan luasan area terbakar cukup signifikan.
Data Posko PDB Karhutla dan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan menunjukkan adanya perbedaan pendataan, namun keduanya sama-sama menggambarkan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius.
Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah titik panas dan luasan terbakar yang tinggi.
Sementara itu, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak, disusul sejumlah kabupaten dan kota lainnya.
Memasuki puncak musim kemarau, karhutla turut memberikan dampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Pemprov Kalteng telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten dan kota serta seluruh unsur terkait.
Agustiar menyebut kondisi karhutla semakin kompleks karena karakteristik lahan gambut dan musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Berdasarkan evaluasi Satgas Karhutla, sebanyak 2.909 kejadian telah ditangani dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare.
{nextPage}
Kalaksa BPBPK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan 10.700 personel disiagakan dan mendapat dukungan enam helikopter serta satu pesawat dari BNPB untuk memperkuat operasi penanganan.
Operasi Modifikasi Cuaca diperpanjang hingga 19 September 2026, sedangkan penanganan karhutla di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Pulang Pisau, telah memasuki hari ke-71 dengan fokus pendinginan dan pembasahan.
Pemprov Kalteng juga mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar Rp45,815 miliar untuk memperkuat sarana penanganan karhutla, sekaligus memberikan bantuan berupa paket kebutuhan, air bersih dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Sumber: MMC Kalteng
.%20(MMC%20Kalteng).jpg)