![]() |
| Suasana rapat koordinasi lanjutan dalam rangka membahas penentuan status bencana karhutla serta kekeringan di Kabupaten Kapuas. (Diskominfosantik Kapuas) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno meminta BPBD dan perangkat daerah terkait meningkatkan pemantauan hotspot serta kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wiyatno juga meminta koordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa terus diperkuat dalam menghadapi ancaman karhutla.
Hal tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi lanjutan terkait penentuan status bencana karhutla dan kekeringan di Kantor Bupati Kapuas, Senin (31/8/2026) malam.
Ia menegaskan penanganan karhutla dan kekeringan harus dilakukan secara serius, terpadu, serta berdasarkan data faktual di lapangan.
Menurut Wiyatno, langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu menjadi perhatian utama seluruh perangkat daerah dan unsur terkait.
Penentuan status bencana juga harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, dampak terhadap masyarakat, serta kemampuan pemerintah daerah.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kapuas menyiapkan rencana operasi melalui aktivasi Posko Induk dan Posko Sekretariat atau Crisis Center.
Pos lapangan juga direncanakan berada di Kecamatan Dadahup, Kapuas Murung, Basarang, Kapuas Barat, Kapuas Timur dan Mantangai.
Operasi penanganan mencakup pemadaman darat, pengecekan hotspot, patroli, sosialisasi, pengaktifan ruang oksigen, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.
{nextPage}
Hingga 30 Agustus 2026, tercatat 14.517 titik panas dan 173 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 1.002,92 hektare di wilayah Kapuas.
Ancaman kekeringan juga perlu diwaspadai karena BMKG memprediksi curah hujan Kalteng pada September 2026 berada pada kategori rendah, sementara sejumlah wilayah mengalami hari tanpa hujan panjang hingga kekeringan ekstrem.
Kondisi tersebut turut memengaruhi ketersediaan air bersih, sehingga Pemkab Kapuas menyiapkan distribusi melalui mobil tangki dan jaringan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)