![]() |
| Sekda Kapuas Usis I Sangkai memimpin rapat sinkronisasi Program Satu Data Inflasi Kabupaten Kapuas. (Kaltengonline) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Kabupaten Kapuas mulai menyatukan data harga komoditas sebagai dasar memperkuat pengendalian inflasi di daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data yang digunakan pemerintah dalam menentukan kebijakan memiliki acuan yang sama dan akurat.
Pembahasan sinkronisasi dilakukan dalam Rapat Program Satu Data Inflasi Kabupaten Kapuas yang dipimpin Sekda Kapuas Usis I Sangkai di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas, Rabu (9/9/2026).
Usis menegaskan pergerakan harga bahan pokok harus dipantau secara cepat dan tepat agar kebijakan pengendalian inflasi dapat dilakukan sesuai kondisi lapangan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pertanian, serta Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM diminta menyamakan lokasi sampling serta komoditas dengan standar BPS.
Penyamaan tersebut akan diperkuat melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara perangkat daerah terkait dan BPS.
Menurut Usis, perbedaan pandangan dalam pembahasan merupakan hal yang wajar selama seluruh pihak tetap mengutamakan kepentingan daerah.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BPS Kapuas Ahmad Nasrullah dan Kepala Perum Bulog Cabang Kapuas Akhmad Ronni Anwar.
Asisten II Setda Kapuas, Bagian Perekonomian dan SDA, Inspektorat serta sejumlah OPD teknis juga mengikuti pembahasan sinkronisasi tersebut.
Pemkab Kapuas dan BPS menyepakati penguatan koordinasi sebelum angka inflasi bulanan dirilis agar data yang digunakan telah melalui proses penyelarasan.
{nextPage}
Intervensi pasar melalui Sekretariat TPID juga akan dioptimalkan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan benih melalui APBD Perubahan bagi lahan pertanian yang terdampak serangan hama.
Evaluasi pengendalian inflasi akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Kapuas.
Sumber: Kaltengonline.com
.jpg)