Gubernur Kalsel Muhidin Pastikan Pembangunan Jembatan Pulau Laut Terus Dikebut

 

Gubernur Kalsel H Muhidin saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Pulau Laut di Batulicin. (foto: MC Kalsel)

BATULICIN, Tajukkalimantan.com - Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin turun langsung memantau progres pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah. Di sini terdapat PT Wasita,” ujar H. Muhidin seusai peninjauan, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan proyek strategis tersebut terus berjalan sesuai tahapan pembangunan yang telah ditetapkan.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi, pihak kontraktor, pengawas, serta tim laboratorium, Gubernur H. Muhidin meninjau langsung pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, 

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi pekerjaan secara faktual di lapangan sekaligus mendapatkan laporan langsung dari pelaksana mengenai perkembangan konstruksi jembatan yang menjadi salah satu proyek infrastruktur strategis Kalsel tersebut.

Di lokasi, Ia mendapat penjelasan bahwa pekerjaan pada salah satu bagian konstruksi telah mencapai sekitar 1.000 meter. Jarak antartiang juga disebut mencapai sekitar 50 meter, sebagai bagian dari struktur yang tengah dikerjakan.

“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antartiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” jelasnya.

H. Muhidin juga berdialog langsung dengan pengawas dan kontraktor untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sejumlah badan usaha yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Pulau Laut.

“Hari ini kami melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh BIPI, BasKita, dan BBA. Kami akan melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan BIP di lokasi ini,” katanya.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut terbagi dalam sejumlah paket pekerjaan. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya, dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA).

Di sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya. Secara keseluruhan, jembatan dirancang memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter.

Pembangunan ditargetkan rampung pada 2028 sehingga dapat difungsikan pada 2029. 

Nilai proyek mencapai sekitar Rp7,95 triliun dengan pembiayaan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkab Kotabaru, serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.

Sumber: MC Kalsel

Lebih baru Lebih lama