![]() |
| Seorang warga Palestina memeriksa kerusakan setelah pesawat Israel menyerang sebuah apartemen di lingkungan al-Rimal di sebelah barat Kota Gaza, 3 Oktober 2026. (ANTARA) |
NEW YORK, Tajukkalimantan.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza menjelang peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober 2023.
Guterres mengatakan kengerian yang terjadi pada 7 Oktober 2023 tidak boleh terulang, sementara penderitaan akibat pertempuran di Gaza harus segera diakhiri.
Pada 7 Oktober 2023, Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya menyerang Israel dari Gaza, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut laporan yang dikutip dalam pernyataan tersebut.
Israel kemudian melancarkan operasi militer di Gaza sebagai respons terhadap serangan tersebut, yang menurut data dalam laporan Antara telah menyebabkan sedikitnya 74.000 warga Palestina meninggal dunia.
Guterres menyoroti besarnya penderitaan warga Palestina di Gaza, termasuk korban jiwa, pengungsian, serta kerusakan luas akibat konflik yang berlangsung.
Menurutnya, warga sipil masih menghadapi kondisi yang berat sehingga penderitaan mereka perlu segera diakhiri.
Ia menyebut gencatan senjata yang diberlakukan sebelumnya telah memberikan sedikit kelegaan, tetapi belum sepenuhnya menghadirkan keamanan, bantuan kemanusiaan yang memadai, maupun jalan yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian.
Guterres mendesak seluruh pihak menjalankan komitmen mereka dan melanjutkan proses menuju tahap berikutnya dari gencatan senjata.
Ia juga menyerukan agar gencatan senjata tersebut diubah menjadi kesepakatan permanen, disertai peningkatan bantuan kemanusiaan dalam skala besar dan penghormatan terhadap hukum internasional.
{nextPage}
Selain penghentian pertempuran, Guterres menilai diperlukan jalur politik untuk mewujudkan perdamaian yang bertahan lama di seluruh kawasan Timur Tengah.
PBB, kata Guterres, tetap berkomitmen mendukung upaya tersebut dan mendorong terciptanya kondisi yang memungkinkan warga Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan.
Ia berharap peringatan tiga tahun serangan 7 Oktober tidak hanya menjadi momentum mengenang korban, tetapi juga mendorong upaya baru untuk membangun masa depan yang menjunjung hak, martabat, dan aspirasi masyarakat di kawasan.
Sumber: Antaranews
.jpg)