![]() |
| Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno beserta jajaran menemui warga korban kebakaran di Kelurahan Palingkau Baru. (Diskominfosantik Kapuas) |
KUALA KAPUAS, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyiapkan anggaran bantuan sebesar Rp420 juta bagi warga korban kebakaran di Kelurahan Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung, yang terjadi pada Selasa (13/10) malam.
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno bersama jajaran meninjau lokasi sekaligus menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak pada Rabu (14/10).
Wiyatno mengatakan bantuan disalurkan melalui sejumlah perangkat daerah, termasuk BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan, dengan jenis bantuan berupa sembako, terpal, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan peralatan memasak melalui BPBD untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Selain bantuan logistik, Pemkab Kapuas sedang memproses bantuan keuangan sebesar Rp30 juta untuk setiap rumah yang mengalami kerusakan berat atau terbakar habis.
Bantuan tersebut direncanakan diberikan kepada 14 rumah dengan total anggaran Rp420 juta, sehingga warga memiliki modal awal untuk membangun kembali tempat tinggal mereka.
Wiyatno berharap proses administrasi dapat dipercepat agar bantuan keuangan tersebut bisa disalurkan dalam waktu satu hingga dua minggu, sesuai dengan kesiapan proses penyalurannya.
Dana bantuan itu diharapkan dapat digunakan warga untuk membeli bahan bangunan, seperti kayu dan material lain yang diperlukan dalam pembangunan kembali rumah.
Bupati juga mengajak masyarakat menghidupkan semangat gotong royong untuk membantu korban kebakaran, seraya meminta camat dan pihak kelurahan mengoordinasikan keterlibatan warga.
{nextPage}
Menurutnya, dukungan pemerintah melalui bantuan dana perlu disertai kebersamaan masyarakat agar proses pemulihan dan pembangunan rumah dapat berlangsung lebih cepat.
Kebakaran di kawasan Pasar Baru Palingkau tersebut berdampak pada 19 rumah, dengan jumlah korban terdampak mencapai 24 kepala keluarga atau sebanyak 72 jiwa.
Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 14 unit mengalami kerusakan berat dan lima unit lainnya rusak ringan, sehingga Pemkab Kapuas berupaya mempercepat penanganan agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
Sumber: Antara Kalteng
.jpg)