![]() |
| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan. (Tajukkalimantan.com/Fendy) |
PARINGIN, Tajukkalimantan.com – Pola penanganan logistik kebencanaan yang diterapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mendapat apresiasi dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Sistem distribusi logistik yang menjangkau hingga tingkat desa dinilai sebagai langkah inovatif dalam mempercepat penyaluran bantuan saat terjadi bencana.
Apresiasi tersebut disampaikan saat jajaran Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan monitoring ke Kantor BPBD Balangan, Senin (9/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau pengelolaan persediaan logistik kebencanaan sekaligus melihat langsung sistem distribusi logistik yang diterapkan di Kabupaten Balangan.
Dalam kesempatan itu, BPBD Balangan memaparkan sistem pengelolaan logistik melalui inovasi standar respons cepat yang dikemas dalam sistem Sisilogbana.
Melalui sistem tersebut, pengelolaan bantuan tidak lagi terpusat di gudang kabupaten, tetapi telah didistribusikan hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran bantuan ketika terjadi kondisi darurat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kabupaten.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menjelaskan bahwa penguatan sistem logistik ini juga disinergikan dengan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana).
Menurutnya, melalui program tersebut desa-desa juga memiliki peran dalam menyiapkan dan mengelola stok logistik secara mandiri di tingkat wilayah.
“Provinsi cukup terkejut mendengar pemaparan kami. Program kita ini mirip dengan punya provinsi, tapi kita punya nilai lebih yaitu sinergi langsung dengan program Kencana dan Destana. Jadi tidak berhenti di kecamatan saja, tapi sampai ke desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pemerintah desa dalam penyediaan logistik kebencanaan menjadi salah satu kunci dalam mempercepat penanganan saat terjadi bencana.
Dengan adanya stok logistik yang tersedia di wilayah terdekat, masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dasar tanpa harus menunggu distribusi dari kabupaten.
Rahmi juga menyebutkan bahwa pola sinergi antara BPBD, kecamatan, dan desa dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat sistem logistik di Balangan mendapat perhatian dari pihak provinsi.
“Bahkan tadi mereka menyampaikan, jika ada kabupaten atau kota lain yang bertanya bagaimana tata kelola logistik yang baik, maka mereka tidak ragu merekomendasikan untuk bertanya ke Balangan,” ungkapnya.
Ke depan, BPBD Balangan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa guna memastikan ketersediaan logistik tetap terjaga serta siap digunakan ketika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Balangan.
(Tajukkalimantan.com/Fendy)
%20Balangan.%20(Tajukkalimantan.com%20Fendy).jpg)