![]() |
| Para wisudawati Sekolah Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah Banua Anyar mengikuti prosesi wisuda sebagai penanda telah menuntaskan pembelajaran selama satu semester. (Tajukkalimantan.com/Ilham) |
BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Kepala Sekolah Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah Banua Anyar, Hj. Masrah menegaskan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar bagi masyarakat lanjut usia, tetapi juga menjadi wadah agar para lansia tetap aktif, mandiri, dan bermartabat dalam menjalani kehidupan.
Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan Wisuda Sekolah Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah Banua Anyar yang digelar Pimpinan Cabang Aisyiyah Kota Banjarmasin di Hotel TreePark Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
Pada kesempatan itu, total ada sebanyak 73 peserta mengikuti prosesi wisuda setelah menuntaskan pembelajaran selama satu semester.
Menurut Hj. Masrah, para peserta telah menjalani 12 kali pertemuan selama enam bulan dengan berbagai materi yang dirancang sesuai kebutuhan lansia.
"Alhamdulillah hari ini para lansia telah menyelesaikan seluruh materi pembelajaran selama satu semester atau enam bulan dengan total 12 kali pertemuan," ujarnya.
Ia menjelaskan, peserta berasal dari tiga jenjang pembelajaran, yakni kelas dasar, kelas madya, dan kelas lanjutan. Selama mengikuti program, mereka memperoleh materi keagamaan, kesehatan, keterampilan, hingga olahraga yang bertujuan menjaga kebugaran fisik maupun mental.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Lansia menjadi jawaban atas kondisi banyak lansia yang mulai kehilangan aktivitas setelah memasuki masa pensiun.
Melalui berbagai kegiatan yang disiapkan, para peserta tetap memiliki ruang untuk belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan diri.
"Di sekolah lansia ini mereka mendapatkan berbagai materi, mulai dari pendidikan agama, kesehatan, keterampilan hingga olahraga. Dengan begitu mereka tidak merasa sendiri, tetap semangat menjalani aktivitas, serta memiliki bekal untuk meraih husnul khatimah," katanya.
Hj. Masrah mengatakan, Sekolah Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah mengusung konsep Lansia SMART, yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan para peserta dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga maupun masyarakat.
Ia menambahkan, peserta Sekolah Lansia di Kota Banjarmasin saat ini didominasi warga berusia 45 hingga 68 tahun yang masih memiliki semangat tinggi untuk terus belajar.
"Kami ingin para lansia tidak merasa menjadi beban bagi keluarga. Justru mereka tetap bisa mandiri, aktif, produktif, serta menjadi pribadi yang bermartabat di tengah masyarakat," ungkapnya.
Prosesi wisuda berlangsung hangat dan penuh semangat. Selain pengukuhan para peserta, acara juga dimeriahkan dengan penampilan paduan suara Aisyiyah Kota Banjarmasin yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Melalui Sekolah Lansia Aisyiyah Husnul Khotimah, Hj. Masrah berharap semakin banyak masyarakat lanjut usia yang memperoleh ruang untuk terus belajar, menjaga kesehatan, serta menikmati masa tua dengan lebih bermakna tanpa kehilangan peran di lingkungan sekitarnya.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
.jpeg)
