![]() |
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji di Masjid Al-Jihad Banjarmasin. |
BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com - Semangat dakwah dan pemberdayaan perempuan menggema dalam kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji yang digelar Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Minggu (29/3/2026) pagi.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, dengan kedatangan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes yang menyampaikan tausiah dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Mengaji, Perempuan Menginspirasi: Meneguhkan Nilai Ilahiyah dalam Gerakan Sosial” ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus dan anggota Aisyiyah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Turut hadir juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalsel Prof. Dr. H. Ridha Hani Fidzi, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalsel H. Ibnu Sina beserta istri Hj. Siti Wasilah, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah menegaskan bahwa momentum Milad Aisyiyah harus dimaknai sebagai penguatan gerakan dakwah yang berorientasi pada perdamaian serta layanan berbasis hukum.
Ia menekankan pentingnya pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat wilayah untuk memberikan perlindungan bagi perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Penekanan kita tahun ini adalah menghadirkan layanan berbasis hukum untuk mewujudkan perdamaian,” ujarnya didampingi Ketua PWA Kalimantan Selatan, Yulia Qamariyanti kepada awak media.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang hadir. Bahkan ada peserta rela menempuh perjalanan panjang hingga lima sampai enam jam menggunakan feri demi mengikuti kegiatan tersebut.
“Total peserta hampir mencapai 1.500 orang. Ini menjadi bukti kuatnya konsolidasi Aisyiyah di seluruh wilayah Kalsel,” katanya.
Lebih lanjut, Salmah menegaskan bahwa gerakan Aisyiyah tidak hanya sebatas aktivitas sosial, tetapi harus dilandasi nilai-nilai Ilahiyah seperti iman, takwa, dan kepedulian terhadap sesama.
“Apa yang kita lakukan harus berlandaskan spiritualitas, nilai iman dan takwa, yang terwujud dalam tujuh karakter dan sepuluh komitmen perempuan berkemajuan,” jelasnya.
Dengan landasan tersebut, ia optimistis gerakan Aisyiyah akan terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kontribusi Aisyiyah telah terlihat melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga politik.
“Aisyiyah tidak hanya hadir dengan jumlah anggota yang besar, tetapi juga berperan aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan melalui amal usaha yang dimiliki,” tuturnya.
Terakhir, Salmah mengajak seluruh elemen Aisyiyah di Indonesia untuk terus bersinergi dengan pemerintah serta memberikan masukan yang konstruktif dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Di samping itu, Ketua PWA Kalimantan Selatan, Yulia Qamariyanti menegaskan pentingnya soliditas kader dalam menjalankan program organisasi hingga tingkat ranting.
“Semua harus mengikuti arahan pimpinan. Apa yang sudah menjadi pedoman dan diprogramkan, itu wajib dijalankan sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.
Ia menyebut, kegiatan Gerakan Perempuan Mengaji merupakan bagian dari program lima tahunan sekaligus ajang mempererat silaturahmi dan berbagi pengalaman antaranggota se-Kalimantan Selatan.
“Ini menjadi ruang bertukar informasi, pengetahuan, dan praktik baik dari amal usaha di masing-masing daerah,” ujarnya.
Yulia juga menekankan nilai keikhlasan sebagai kekuatan utama gerakan Aisyiyah.
“Keikhlasan itu yang utama. Bahkan peserta rela menanggung konsumsi sendiri sebagai bentuk kesukarelaan,” katanya.
Turut hadir Ketua PWM Kalsel Prof. Dr. H. Ridha Hani Fidzi, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Ketua DMDI Kalsel H. Ibnu Sina beserta istri Hj. Siti Wasilah, serta tamu undangan lainnya.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian



