Rangkaian Fakta Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Dari Pemicu hingga Korban

Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur melibatkan KRL dan KA Argo Bromo, menewaskan 15 orang. (CNN Indonesia)


   BEKASI, Tajukkalimantan.com - Kecelakaan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).

Insiden bermula dari taksi listrik yang mengalami gangguan di perlintasan sebidang hingga tertabrak KRL relasi Bekasi–Cikarang.

Dampaknya, perjalanan kereta terganggu dan rangkaian KRL berhenti hingga berubah status menjadi perjalanan luar biasa.

Saat proses penanganan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang tidak sempat berhenti dan menabrak rangkaian KRL yang berada di stasiun.


Akibat kejadian tersebut, sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka.

Sebagian besar korban berada di dalam gerbong KRL dan mengalami luka fatal akibat terjepit.

Pengemudi taksi listrik yang terlibat telah diamankan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penyelidikan awal menyebut adanya korsleting listrik pada kendaraan yang memicu insiden di perlintasan.

{nextPage}

Selain itu, faktor kurangnya koordinasi informasi juga diduga memperparah kecelakaan.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melakukan audit keselamatan serta membentuk tim khusus untuk investigasi.

Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan pengusutan menyeluruh dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: CNN Indonesia
Lebih baru Lebih lama