![]() |
| Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran saat menjawab pertanyaan insan pers dalam pertemuan media di Istana Isen Mulang. (Tribun Kalteng) |
PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyoroti pola kerja ABS atau Asal Bapak Senang di lingkungan pemerintah usai polemik proyek pengecatan jalur biru di Kota Palangka Raya.
Proyek pengecatan jalur biru tersebut diketahui dikerjakan oleh Dinas PUPR Kalimantan Tengah dan menuai kritik dari masyarakat.
Masyarakat menilai hasil pengerjaan proyek itu belum sesuai harapan sehingga memunculkan berbagai sorotan di ruang publik.
Agustiar mengatakan persoalan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan langsung terhadap pekerjaan di lapangan.
Ia menegaskan dirinya tidak ingin jajaran pemerintah bekerja hanya untuk menyenangkan atasan tanpa memastikan hasil pekerjaan berjalan baik.
Menurut Agustiar, salah satu penyebab munculnya polemik karena pelaksana proyek tidak turun langsung mengawasi pekerjaan di lapangan.
Ia juga mengingatkan agar pekerjaan tidak dipaksakan apabila belum benar-benar siap dilaksanakan.
Meski menuai kritik, Agustiar menyebut tujuan awal proyek jalur biru sebenarnya untuk menata ruang publik agar lebih nyaman bagi masyarakat.
Jalur tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas pejalan kaki, pesepeda, hingga penyandang disabilitas di Kota Palangka Raya.
Agustiar mengatakan penataan dilakukan karena kondisi jalan pada sore hari sering terlihat semrawut akibat bercampurnya kendaraan dan masyarakat yang berolahraga.
Pengecatan jalur biru juga menjadi bagian dari penataan kota menjelang Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
{nextPage}
Selain pengecatan jalan, pemerintah juga melakukan penataan tiang listrik dan pemangkasan pohon di sejumlah ruas jalan.
Pemerintah provinsi saat ini memilih melanjutkan proyek tersebut sambil melakukan evaluasi dan perbaikan.
Agustiar mengaku kecewa atas polemik yang terjadi dan menyebut pemerintah sebenarnya ingin membuat masyarakat merasa nyaman dan bahagia.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat serta menyatakan siap bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Sumber: Tribun Kalteng
.jpg)