![]() |
| Ilustrasi - Logo Hyundai. (ANTARA) |
WASHINGTON DC, Tajukkalimantan.com - Hyundai Motor Company melakukan penarikan kembali atau recall terhadap ribuan unit Hyundai Elantra Hybrid di Amerika Serikat akibat potensi masalah perangkat lunak pada sistem kontrol daya kendaraan.
Menurut laporan Driving, recall tersebut mencakup model Hyundai Elantra Hybrid tahun produksi 2024 hingga 2026.
Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration menyebut sebanyak 54.337 kendaraan terdampak dalam penarikan tersebut.
Kendaraan yang terkena recall diproduksi antara Oktober 2023 hingga Desember 2025.
Masalah tersebut berkaitan dengan unit kontrol daya hibrida atau Power Control Unit (PCU) yang mengatur distribusi tenaga listrik ke sejumlah komponen sistem hybrid.
Dalam kondisi tertentu, komponen di dalam PCU disebut dapat mengalami kegagalan akibat beban listrik tinggi.
Kondisi itu berpotensi membuat kendaraan masuk ke mode darurat atau limp mode dan memunculkan lampu indikator mesin di panel instrumen.
Hyundai juga menyebut kemungkinan langka terjadinya panas berlebih pada PCU yang dapat menyebabkan kerusakan termal lokal pada komponen terkait.
Pemilik kendaraan terdampak akan menerima surat pemberitahuan sekitar Juli mendatang untuk membawa mobil mereka ke dealer Hyundai.
{nextPage}
Teknisi nantinya akan melakukan pembaruan perangkat lunak guna mengatasi potensi masalah tersebut.
Pemilik yang tidak ingin menunggu surat pemberitahuan juga dapat memeriksa nomor VIN kendaraan melalui situs resmi Hyundai.
Hingga saat ini, recall serupa masih belum tercantum dalam basis data Transport Canada.
Sepanjang empat bulan pertama 2026, Hyundai tercatat telah menjual 6.796 unit Elantra di Kanada dengan model Hyundai Tucson menjadi kendaraan terlaris mereka di negara tersebut.
Sumber: Antaranews
.jpg)