KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Islamic Center San Diego

Arsip Foto - Bendera AS berkibar di halaman depan Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA)


    JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden penembakan di Islamic Center of San Diego, California, Amerika Serikat.

Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Afina Burhanuddin mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan komunitas Muslim Indonesia untuk memastikan kondisi para WNI setelah peristiwa tersebut.

Penembakan dilaporkan terjadi pada Senin sekitar pukul 11.40 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB.

Insiden itu menyebabkan lima orang meninggal dunia termasuk seorang petugas keamanan dan dua pelaku berusia 17 serta 19 tahun.


Menurut KJRI San Francisco, motif penembakan masih dalam proses penyelidikan oleh aparat keamanan setempat.

Pihak kepolisian menduga serangan tersebut berkaitan dengan aksi kebencian terhadap komunitas Muslim.

Kasus penembakan di Islamic Center of San Diego itu juga mendapat perhatian dari pemerintah federal Amerika Serikat dan pemerintah negara bagian California.

Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl menyebut tiga korban sipil yang tewas dalam kejadian tersebut seluruhnya laki-laki.

Kepolisian San Diego kini bekerja sama dengan FBI untuk mengusut lebih lanjut insiden penembakan tersebut.

{nextPage}

Penyelidikan akan difokuskan pada kemungkinan adanya unsur kejahatan kebencian karena lokasi kejadian berada di pusat kegiatan Islam.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut insiden tersebut sebagai situasi yang mengerikan.

Trump mengatakan pemerintah federal dan aparat negara bagian masih terus menghimpun informasi tambahan terkait kasus tersebut.

Islamic Center of San Diego diketahui merupakan pusat aktivitas dan ibadah Muslim terbesar di wilayah San Diego yang berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama