Korban Tewas di Lebanon Bertambah Usai Rentetan Serangan Israel

Kerusakan parah akibat serangan udara Israel terhadap pusat kesehatan milik Otoritas Kesehatan Islam (Hayaa) di daerah Al-Mashouk. (ANTARA)


    BEIRUT, Tajukkalimantan.com - Serangan militer Israel di Lebanon dalam 24 jam terakhir dilaporkan menewaskan 56 orang dan melukai sedikitnya 103 lainnya.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut total korban sipil sejak 2 Maret kini mencapai 3.269 orang meninggal dunia dan 9.840 lainnya mengalami luka-luka.

Sebelumnya pada Selasa, otoritas kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban akibat serangan Israel berada di angka 3.213 orang tewas dan 9.737 korban luka.


Sumber militer Lebanon kepada RIA Novosti mengatakan pesawat tempur Israel menggempur 47 kota dan desa di wilayah selatan serta timur Lebanon pada Rabu.

Serangan tersebut dilaporkan menyasar sejumlah wilayah padat penduduk seperti Nabatieh, Tyre, dan beberapa daerah di Lembah Bekaa.

Di tengah meningkatnya konflik, Lebanon dan Israel sempat menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar di Washington pada 16 April lalu.

Usai pertemuan itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kedua pihak telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.

{nextPage}

Meski sudah ada kesepakatan formal, Israel disebut masih terus melancarkan serangan ke sejumlah permukiman di Lebanon selatan dan melakukan tembakan di kawasan perbatasan.

Kelompok Hezbollah juga disebut melakukan operasi tempur terhadap pasukan Israel sebagai respons atas serangan yang terus berlangsung.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Lebih baru Lebih lama