![]() |
| Regional Micro Banking Head BRI Banjarmasin, Arully Irsan saat menyampaikan paparan terkait penyaluran KUR dan program pemberdayaan UMKM dalam kegiatan Media Gathering di Banjarmasin. |
BANJARMASIN, Tajukkalimantan.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional 14 Banjarmasin terus memperkuat dukungannya terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta berbagai program pendampingan dan pengembangan usaha.
Hal itu disampaikan Regional Micro Banking Head BRI Banjarmasin, Arully Irsan saat kegiatan Media Gathering di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026) pagi.
Menurut Arully, penyaluran KUR di wilayah Kalimantan terus menunjukkan tren positif. Bahkan pada tahun 2025 lalu, realisasi penyaluran berhasil melampaui kuota yang diberikan pemerintah.
“Dasar penyaluran KUR tahun 2026 ini mengacu pada Permenko Nomor 1 Tahun 2025. Skemanya ada beberapa jenis, mulai dari KUR Mikro, KUR Kecil hingga KUR Super Mikro,” ujarnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, untuk wilayah Kalimantan Selatan sendiri pada tahun 2026 pemerintah kembali menyiapkan kuota sebesar Rp3,3 triliun.
Hingga saat ini, penyaluran masih terus berjalan dan diproyeksikan mampu terserap seluruhnya hingga akhir tahun.
“Kalau melihat capaian tahun 2025, penyaluran kita di atas 100 persen. Kuota yang diberikan pemerintah seluruhnya habis tersalurkan,” katanya.
Secara total, penyaluran KUR BRI di seluruh wilayah Kalimantan sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari Rp16 triliun. Sementara Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan porsi penyaluran terbesar, yakni Rp3,3 triliun.
Arully mengungkapkan, sektor perdagangan dan sektor produksi seperti pertanian menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan KUR. Tingginya kebutuhan modal usaha di sektor tersebut membuat permintaan pembiayaan terus meningkat.
Selain fokus pada penyaluran pembiayaan, BRI juga terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat desa dan pelaku UMKM.
Hingga April 2026, program Desa BRILiaN tercatat telah menjangkau 268 desa di wilayah Kalimantan. Sementara program Klasterku Hidupku telah membina 1.551 klaster usaha UMKM.
BRI juga mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui platform digital LinkUMKM sebagai sarana edukasi dan pengembangan usaha.
Jumlahnya tercatat ada sebanyak 82.007 pelaku usaha di Kalimantan telah memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh pelatihan usaha, literasi keuangan, pengembangan kapasitas bisnis hingga perluasan akses pasar secara digital.
Di sisi lain, Rumah BUMN BRI Banjar dan Sambas turut aktif melakukan pendampingan terhadap 5.634 UMKM melalui 169 pelatihan.
Pendampingan tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha, penguatan literasi keuangan, serta pengembangan kemampuan pelaku usaha agar lebih kompetitif.
Arully menegaskan, dukungan BRI kepada UMKM tidak hanya terbatas pada akses permodalan, tetapi juga mencakup pendampingan usaha dan edukasi finansial agar pelaku usaha mampu mengelola bisnis secara lebih adaptif, berkelanjutan, dan tertib administrasi.
Sejalan dengan itu, para debitur KUR BRI kini juga mulai aktif menggunakan layanan digital BRImo dalam aktivitas transaksi usaha sehari-hari.
Kondisi tersebut dinilai turut mendorong pelaku UMKM untuk lebih terbiasa melakukan pencatatan transaksi secara rapi dan transparan, sekaligus mendukung pengelolaan usaha yang lebih modern dan efisien.
Tak hanya KUR usaha, BRI juga menyalurkan pembiayaan KPR melalui skema tertentu. Namun untuk KPR kecil, kuota yang disediakan pemerintah saat ini telah terserap seluruhnya.
“Khusus KPR kecil memang kuotanya sudah habis karena serapannya di atas 100 persen. Mungkin itu yang terbaca masyarakat seolah-olah programnya berhenti, padahal kuota yang tersedia memang sudah terserap semua,” jelasnya.
Ia optimistis penyaluran KUR sepanjang 2026 dapat terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kalimantan Selatan.
Tajukkalimantan.com/Ilham
Editor: Elpian
