![]() |
| Poin penting pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto AFP) |
JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan ke Prancis untuk ketiga kalinya sepanjang 2026 pada Kamis waktu setempat.
Kedatangan Prabowo di Paris disambut langsung Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan pelukan hangat di Istana Elysee.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo turut didampingi putranya, Didit Hediprasetyo.
Salah satu pembahasan utama kedua pemimpin negara adalah dukungan terhadap Solusi Dua Negara untuk Palestina.
Prabowo menegaskan Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya perdamaian di Timur Tengah.
Menurut Prabowo, perdamaian di kawasan itu tidak akan tercapai tanpa keadilan bagi rakyat Palestina.
Presiden Macron juga memberikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam mendukung perdamaian dan pengakuan Palestina.
Selain isu Palestina, Indonesia dan Prancis sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan latihan militer bersama.
Macron menyoroti kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai bukti hubungan strategis kedua negara.
Prancis dan Indonesia juga berencana menggelar latihan militer gabungan dalam misi Pegasus 2026.
Latihan tersebut akan mencakup penguatan kemampuan angkatan udara, laut, dan darat kedua negara.
{nextPage}
Dalam pembahasan lain, Macron dan Prabowo turut mendorong kebebasan navigasi dan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka secara damai.
Kedua negara juga menolak segala upaya pengenaan pajak maupun privatisasi jalur pelayaran internasional tersebut.
Di sektor ekonomi, Macron mengapresiasi keputusan Indonesia membuka pasar bagi produk susu dan daging sapi asal Prancis.
Prancis dan Indonesia juga berkomitmen memperkuat perdagangan bilateral serta investasi dua arah.
Macron berharap perjanjian IEU-CEPA segera diterapkan untuk mempercepat kerja sama ekonomi kedua negara.
Prabowo turut menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council untuk memperkuat kolaborasi dunia usaha.
{nextPage}
Pada bidang pendidikan dan budaya, kedua negara sepakat memperdalam kerja sama melalui Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
Kerja sama tersebut mencakup bidang ilmiah, teknologi, universitas, sastra, perfilman, hingga mode.
Macron juga menyatakan Prancis ingin menerima lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta muda asal Indonesia.
Sumber: CNN Indonesia
.jpg)