Nintendo Sesuaikan Harga Switch 2 Akibat Krisis Komponen Teknologi Dunia

Nintendo Switch. (Nintendo)


     JAKARTA, Tajukkalimantan.com - Nintendo mengumumkan penyesuaian harga konsol Switch 2 dan sejumlah perangkat pendukung lainnya mulai September 2026.

Perusahaan asal Jepang tersebut menyebut perubahan harga dilakukan karena tekanan kondisi pasar global yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Nintendo menjelaskan revisi harga diterapkan setelah mempertimbangkan situasi bisnis internasional dan meningkatnya biaya produksi perangkat elektronik.

Di pasar Jepang, harga Nintendo Switch 2 naik dari 49.980 Yen menjadi 59.980 Yen dan mulai berlaku pada 25 Mei 2026.


Selain Jepang, kenaikan harga juga akan diberlakukan di Amerika Serikat, Kanada, dan kawasan Eropa mulai 1 September 2026.

Untuk pasar internasional, harga Switch 2 diperkirakan naik sekitar 50 dollar AS dibanding harga sebelumnya.

Nintendo turut meminta maaf kepada pelanggan dan mitra bisnis atas dampak dari kebijakan penyesuaian harga tersebut.

Perusahaan menyebut lonjakan biaya produksi dipicu naiknya harga berbagai komponen teknologi di pasar global.

{nextPage}

Salah satu faktor utama adalah krisis memori RAM dunia yang dikenal dengan istilah “RAMageddon” sejak akhir 2025.

Lonjakan permintaan perangkat berbasis kecerdasan buatan atau AI membuat kebutuhan pusat data meningkat tajam di berbagai negara.

Kondisi tersebut menyebabkan harga modul RAM DDR5 melonjak beberapa kali lipat dibandingkan tahun 2024.


Selain RAM, harga komponen lain seperti solid-state drive atau SSD juga ikut mengalami kenaikan signifikan.

Nintendo juga menaikkan harga Switch generasi pertama, Switch OLED, dan Switch Lite sekitar delapan hingga sepuluh ribu Yen.

{nextPage}

Aksesoris resmi Nintendo pun mengalami penyesuaian harga sekitar 5 hingga 10 dollar AS.

Kenaikan biaya produksi turut dipengaruhi tarif impor yang sebelumnya diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada April 2025.

Dampak kelangkaan komponen teknologi juga dirasakan perusahaan lain seperti Sony dan Microsoft yang ikut menaikkan harga konsol mereka.

Sementara itu, Valve bahkan harus menunda perilisan Steam Machine akibat keterbatasan pasokan komponen teknologi global.

Sumber: Antaranews
Lebih baru Lebih lama