Pemprov Kalteng dan Pertamina Cari Solusi Antrean BBM di SPBU

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (Diskominfo Kalteng)


    PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Agustiar Sabran bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah menerima audiensi Pertamina guna membahas antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Isen Mulang itu turut dihadiri perwakilan Pertamina wilayah Kalimantan Tengah, kepala organisasi perangkat daerah, serta wartawan media lokal dan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Agustiar menegaskan pemerintah daerah bersama Forkopimda telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU.

Menurutnya, keresahan masyarakat akibat antrean panjang menjadi perhatian serius pemerintah agar situasi tetap aman dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik.


Agustiar menyampaikan pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat Kalimantan Tengah tetap merasa tenang dan nyaman di tengah kondisi distribusi BBM yang sempat terganggu.

Sementara itu, perwakilan Pertamina, Doni, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Ia memastikan stok BBM untuk wilayah Kalimantan Tengah masih dalam kondisi aman dan distribusi terus ditingkatkan guna mengurangi antrean di SPBU.

Pertamina juga menambah distribusi Pertamax hingga sekitar 200 sampai 205 kiloliter per hari serta memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB.

Dalam sesi dialog bersama wartawan, isu legalitas pedagang BBM eceran turut menjadi pembahasan karena dinilai membantu masyarakat di sejumlah wilayah yang jauh dari SPBU.

{nextPage}

Menanggapi hal itu, Gubernur Agustiar mengatakan pemerintah daerah tengah mengupayakan legalitas bagi pengecer BBM sebagai bagian dari solusi jangka panjang distribusi energi di daerah.

Ia mengungkapkan Pemprov Kalimantan Tengah juga telah menyurati BP Migas untuk mengusulkan penambahan kuota BBM sekaligus membuka ruang pembahasan legalitas bagi pengecer BBM.

Menurutnya, keberadaan pedagang BBM eceran cukup membantu masyarakat kecil terutama di wilayah yang akses terhadap SPBU masih terbatas.


Di sisi lain, Iwan Kurniawan memastikan kepolisian terus menindak praktik penimbunan BBM ilegal yang diduga memicu terganggunya distribusi di masyarakat.

Kapolda Kalteng menyebut hingga saat ini pihaknya telah mengamankan sembilan tersangka terkait kasus penimbunan dan distribusi ilegal BBM.

Forum tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, Pertamina, dan media dalam menjaga stabilitas distribusi BBM di Kalimantan Tengah.

Sumber: Tirto.id
Lebih baru Lebih lama