Pemprov Kalteng Pastikan Gaji Guru Aman di Tengah Efisiensi Anggaran

Plt Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo saat diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya. (KOMPAS.COM)


    PALANGKA RAYA, Tajukkalimantan.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan tidak ada pemangkasan gaji guru maupun pemecatan tenaga honorer di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, meminta para guru tidak khawatir terhadap status pekerjaan mereka.

Menurut Reza, Gubernur Kalimantan Tengah tetap memprioritaskan sektor pendidikan dan tidak mengurangi anggaran untuk gaji guru.

Ia menanggapi pemberitaan yang viral terkait kemungkinan pemberhentian guru honorer pada 2027 mendatang.


Reza menegaskan Pemprov Kalteng masih fokus memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di wilayah pelosok.

Saat ini jumlah guru di Kalimantan Tengah mencapai hampir 9.000 orang dengan jumlah siswa mendekati 100 ribu.

Namun, distribusi tenaga pengajar dinilai belum merata karena sebagian besar guru masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.

Sekolah-sekolah di daerah pedalaman disebut masih kekurangan guru untuk beberapa mata pelajaran.

{nextPage}

Berdasarkan perhitungan kebutuhan ideal, Kalimantan Tengah masih memerlukan sekitar 1.500 tenaga pendidik tambahan.

Dinas Pendidikan Kalteng juga mulai membangun ekosistem pembelajaran digital untuk membantu sekolah yang kekurangan guru.

Melalui sistem tersebut, sekolah dapat mengajukan permintaan tenaga pengajar secara daring kepada dinas pendidikan.


Guru dari sekolah lain nantinya dapat membantu proses belajar mengajar melalui sistem hybrid atau pembelajaran daring.

Pemprov Kalteng juga tengah mengkaji kemungkinan pemberian insentif tambahan bagi guru yang mengajar lintas sekolah.

Namun hingga kini belum ada payung hukum yang mengatur pemberian insentif tambahan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Lebih baru Lebih lama